Terlilit Ular

16Mei08

Tadinya mau nulis judul tergigit atau keracunan bisa ular, tapi berhubung ular yang dimaksud tidak menggigit atau berbisa jadinya diganti deh. Ular yang dimaksud membunuh mangsanya dengan cara melilit dan menelan bulat-bulat. Anda tahu?

kalau Anda menjawab python, Anda boleh bersyukur masih memiliki ingatan tentang biologi umum.

Sebetulnya tulisan kali ini tidak membicarakan tentang biologi tapi masih tentang pemrogaman. Sudah beberapa hari ini saya sedang asik ngoprek memrogram dengan menggunakan bahasa python. Awalnya memang hanya karena pada beberapa tulisan terakhir yang menyinggung menggunakan opencv menggunakan python yang memudahkan dalam melakukan eksplorasi fitur citra yang dilanjutkan dengan mencoba menggunakan modul lainnya (GUI).

Memrogram antarmuka grafis (GUI) menggunakan python bisa langsung menggunakan pustaka bawaan yaitu Tkinter yang memanfaatkan Tcl/Tk. Pustaka ini lumayan mudah digunakan, namun dokumentasi yang saya temukan sangat sedikit (kurang pada aspek tertentu yang saya perlukan). Akhirnya saya melirik ke pustaka lain yaitu wxPython yang merupakan wrapper dari GUI Toolkit bernama wxWidget/wxWindows. Pada awalnya wxPython tampak lebih kompleks namun ternyata cara pakainya lebih terstruktur (lebih bersih) dibandingkan Tkinter. Satu hal lagi mengenai kelebihan wxPython adalah cara pakainya mirip dengan VCL pada delphi yang selama ini saya gunakan.

Kembali ke bahasa python, bahasa ini memang seperti deskripsinya dalam konteks biologi yaitu tidak berbisa dan membunuh mangsanya secara perlahan. Dibandingkan dengan bahasa lain yang sebangsa (Ruby) yang tampak lebih bersinar/berkilau (populer) di kalangan pengguna linux (mungkin karena python bersifat copyrighted walaupun sama-sama gratis dan open-source). Python cenderung hanya disukai oleh segelintir orang namun cukup dominan dalam cakupan yang spesifik (seperti Google dengan AppEngine-nya dan Blender). Alasan saya ketika memilih python adalah karena sintaksnya yang clean sehingga enak dibaca Khususnya menghilangkan redundansi begin-end yang ada di Pascal/Delphi yang mulai terasa gatal seperti yang terjadi pada LISP.



3 Responses to “Terlilit Ular”  

  1. 1 iang

    wakakak.. kecanduan python juga dia :) )

    librarynya macem2.. yg bau2 ilmiah jg ada semacam scipy dan numpy. yg citra2an ada pil. gaming ada pygame. dan laen2.. check this out! :P http://xkcd.com/353/

  2. ada quickstart guidenya gak?

  3. 3 Arie

    Go Python :D

    * Ketika kurung kurawal (curly braces) terasa begitu menyempitkan dada. Hehehe…


Leave a Reply