Random Hack of Kindness 2.0 Jakarta

05Des10

formulas.. hmmm

Mas Peb in the class :-D

"Last Standing Hacker"

this post will be updated later.. oke, berikut ini cerita tentang acara yang saya ikuti beberapa waktu lalu. RHoK adalah acara yang mendatangkan para praktisi IT yang umumnya pengembang perangkat lunak untuk membuat perangkat lunak dalam waktu semalam (mulai dari mencari ide, merumuskan, hingga membuat perangkat lunak yang fungsinya berjalan sesuai keinginan/hack) dengan tema kemanusiaan. Sebagaimana telah kita ketahui pada tahun 2010 Indonesia dilanda berbagai macam bencana mulai dari banjir di wasior, tsunami di mentawai, hingga meletusnya gunung merapi. sebetulnya kegiatan RHoK ini merupakan kegiatan yang kedua kali diadakan di Indonesia (makanya ada 2.0). Pada saat RHoK pertama, saya sedang menyelesaikan tesis dan mempersiapkan sidang sehingga dengan berat hati saya hanya bisa mengikuti via twitter saja. Sebelum RHoK ini diadakan sebetulnya para Geek lewat gerakan #GeekPeduli di twitter dan mailing-listnya sudah berdiskusi untuk membuat kontribusi yaitu menyiapkan sistem untuk penanggulangan bencana minimal saat itu sedang ramai-ramainya gunung merapi yang sibuk menyalurkan bantuan ke pos-pos pengungsian. Waktu itu ada beberapa yang membuat dari awal namun akhirnya diputuskan untuk memanfaatkan Sistem penanggulangan bencana yang sudah tersedia dalam bentuk produk open-source yaitu sahana.

Kembali pada acara RHoK, waktu itu kebetulan sudah ada beberapa garis besar arahan topik aplikasi yang dapat dikembangkan yang diusulkan oleh penyelenggara yaitu AIFDR. Beberapa topik diantaranya adalah Disaster streaming, Risk in a Box, Earthquake Fatality Risk, dll. Topik-topik yang ditawarkan tersebut bisa dilihat pada wiki RHoK Jakarta.

Saya sendiri waktu itu pada awalnya berniat untuk membuat aplikasi untuk disaster streaming. Namun melihat banyaknya hacker lain yang juga berminat untuk membuat aplikasi yang sama, akhirnya saya memutuskan untuk mengerjakan topik lain yang ‘kurang diminati’. Pilihan saya waktu itu jatuh pada aplikasi Seismic Analysis untuk klasifikasi data seismologi untuk perkiraan gempa. Namun sayangnya pengusul topik ini (Jonathan Griffin) harus segera berangkat ke australia sehingga tidak dapat ikut berpartisipasi. Akhirnya saya memilih untuk mengerjakan aplikasi Earthquake Fatality Risk yaitu pemodelan estimasi risiko fatalitas (korban jiwa) akibat gempa bumi yang kemudian divisualisasikan pada peta. Ide ini diusulkan oleh David Robinson yang bekerja di Geoscience Australia yang juga sedang menjadi mahasiswa PhD di ANU. Adapun anggota lainnya yang ikut mengerjakan aplikasi ini adalah Dr. Mrigesh Kshatriya yang bekerja di CIFOR di Bogor.

Topik yang saya kerjakan merupakan pengembangan dari aplikasi open-source yaitu EQRM (Earthquake Risk Modeling). Aplikasi EQRM sudah memiliki fungsi estimasi risiko yaitu kerugian material (kerusakan bangunan, dan estimasinya dalam dollar). Persoalan yang terjadi di Indonesia adalah ketersediaan data bangunan yang sulit didapatkan dibandingkan data kependudukan. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model estimasi fatality dari USGS. Salah satu hasilnya (dengan menggunakan data kependudukan dummy) dapat dilihat pada gambar berikut.

About these ads


3 Responses to “Random Hack of Kindness 2.0 Jakarta”

  1. Acara apaan nih Peb? pak dosen ngehack2 segala :)

    • hehe.. itu acara ngoprek satu malam Ya, acaranya bareng di berbagai tempat. :D

  2. Weks… Kok poto doang mas :D ai tunggu dah update-annya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.082 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: