Mengapa Judul Tabel ada di atas dan Judul Gambar ada di bawah?

–intermezzo–setelah lama tidak menulis dengan alasan tidak sempat, kali ini saya coba menulis walau mungkin isinya tidak seperti biasanya (bedah algoritma). Tulisan ini sekadar membuat interpretasi terhadap aturan penulisan yang biasanya dibuat dalam tulisan ilmiah seperti skripsi/laporan tugas akhir, tesis, dan disertasi. Pertanyaan yang menjadi judul di atas mungkin terinterpretasi sebagai pembenaran terhadap kaidah penulisan. oleh sebab itu yang saya tuliskan dalam tulisan ini hanya sebatas opini saja.

Hal yang menjadi kunci dari pertanyaan di atas adalah interpretasi terhadap susunan informasi. Tabel merupakan kumpulan informasi yang posisinya diatur untuk mempermudah pencarian. oleh sebab itu judul tabel ditempatkan sebelum tabel tersebut (di atas) sebagai petunjuk isi tabel sebelum dilakukan pencarian. Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa kepala tabel (table header) ditempatkan di baris pertama atau kolom pertama (kiri atau kanan tergantung kebiasaan baca/tulis).

Berbeda dengan tabel, judul untuk gambar ditempatkan setelah gambar tersebut (di bawah). Alasannya adalah gambar digunakan untuk mengkomunikasikan pesan (ingat ungkapan ‘a picture is worth a thousand worth’) secara visual. Mata manusia merupakan salah satu indera yang dapat memproses informasi secara paralel. Oleh sebab itu gambar akan diproses terlebih dahulu secara top-down (keseluruhan-detil) dan judul digunakan sebagai pengarah pengambilan kesimpulan terhadap gambar yang sebelumnya dilihat.

Tabel berisi informasi tekstual yang harus diinterpretasi secara bottom-up karena makna tulisan ‘100’ tidak bisa diinterpretasi secara visual secara sekilas (gist) melainkan harus diinterpretasi simbol-per-simbol dan diintegrasi dengan pengetahuan tentang aturan penulisan bilangan desimal. Inilah yang membuat orang pada umumnya cenderung malas untuk membaca tabel dibandingkan melihat representasi lain dari tabel tersebut (grafik) karena beban kerja kognitif (mengolah informasi abstrak) otak lebih banyak digunakan dibanding kerja intuitif (mengolah informasi alamiah) ketika melihat gambar.

4 comments

  1. seli_usel · Agustus 9, 2011

    hump’z
    maksud dari semua ini apa iya?

    saya kurang paham

  2. Waskita Adijarto · Agustus 23, 2011

    tulisan itu referensinya apa ya?

    • pebbie · Agustus 23, 2011

      itu pandangan pribadi Pak, belum dicari referensinya. makanya saya kasih tag opini😀

      mungkin kalau tertarik bisa dicari di buku-buku tentang visualisasi informasi (mis. oleh tufte atau di buku information visualization: perception for design) dan psikoanalisis persepsi visual/spasial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s