Mual dengan Rekayasa Perangkat Lunak dan Bahasa Pemrograman

disclaimer
tulisan di bawah ini hanya berisi keluhan pribadi semata disertai dengan pendapat yang sepenuhnya subjektif.

Kadang-kadang saya bosan juga dengan perkembangan industri TIK. Rasa bosan itu muncul karena saya merasa semakin lama produk berlabel teknologi IT ini makin lama semakin menjadi gundukan yang semakin besar. Walau banyak klaim menyatakan bahwa gundukan yang semakin besar ini akan mempermudah dalam penyelesaian persoalan, namun sepertinya gundukan ini tidak jarang malah menjadi persoalan tersendiri di luar persoalan yang sebenarnya ingin diselesaikan.

Saat ini yang sedang ingin saya jadikan kambing hitam adalah Teknologi Bahasa Pemrograman (termasuk di dalamnya arsitektur platform pengembangan aplikasi) dan Bidang Rekayasa Perangkat Lunak. Kedua hal ini sejak dahulu kala seringkali menjadi objek salah kaprah sehingga tidak jarang dijadikan sebagai topik debat kusir. Sebetulnya bahasa pemrograman tidak bisa terlalu dipersalahkan, karena biasanya bahasa pemrograman sering disalah-artikan dan dikait-kaitkan dengan teknologi pengembangan perangkat lunak tertentu yang menjadi pusat pembicaraan.

Read More

Kitab Cahaya, Buku Pegangan Para Illusionist

Bukan bermaksud membahas hal-hal yang berbau mistis, hanya sedang ingin menyegarkan ingatan tentang kolam yang selama ini dijelajahi, diselami, dilewati. Manipulasi informasi visual secara komputasi mengeksploitasi fakta-fakta mengenai model cahaya dan interaksinya sehingga membentuk persepsi visual. Computer Graphics, Image Processing, Computer Vision, Virtual Reality, dan seterusnya merupakan buah dari pancarannya saja.

*mode posting pendek*

Susahnya posting di wordpress

Begitulah, perasaan tersebut muncul setelah dua kali saya membuat tulisan tentang pemrograman delphi. Kesulitan muncul ketika saya menggunakan penyunting tulisan dalam modus Kode (bukan  Visual) untuk menampilkan kode dalam bahasa delphi. Masalahnya adalah dalam tag code sepertinya tidak memperbolehkan baris baru yang menyebabkan jeda dua buah spasi (line break) diganti dengan menutup tag code dan membuka tag code baru. Akhirnya saya terpaksa beberapa kali melakukan penyuntingan sambil melihat langsung hasil yang sudah dipublikasi. seandainya membuat tulisan di wordpress semudah membuat tulisan di forum delphi-id.